Suarokito.Com — Sejumlah wali murid di Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, menyoroti porsi makanan yang disalurkan melalui program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke sekolah. Porsi lauk berupa ikan goreng yang diterima siswa dinilai terlalu kecil sehingga memunculkan pertanyaan mengenai standar penyajian dan kecukupan gizi dalam program tersebut.
Sorotan ini muncul setelah beredarnya rekaman video yang memperlihatkan menu ikan goreng dengan ukuran yang dinilai sangat kecil. Berdasarkan video yang diterima awak media, terlihat satu potong ikan goreng yang diperkirakan hanya sebesar dua jari orang dewasa. Kondisi tersebut memicu perhatian wali murid yang berharap makanan untuk anak-anak tidak hanya sekadar dibagikan, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi.
Sejumlah wali murid mempertanyakan apakah porsi lauk yang diberikan kepada siswa telah sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku. Mereka berharap pihak pengelola memberikan penjelasan terbuka mengenai ukuran porsi, komposisi menu, serta kandungan gizi makanan yang disalurkan kepada anak-anak di sekolah.
Program pemenuhan gizi bagi siswa pada dasarnya bertujuan mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan konsentrasi anak selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Karena itu, kualitas bahan makanan, kecukupan porsi, kebersihan, serta keseimbangan kandungan gizi menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya.
Porsi ikan yang dinilai kecil tersebut patut menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait. Meski demikian, untuk memastikan apakah makanan telah memenuhi standar gizi, diperlukan pemeriksaan terhadap berat lauk, keseluruhan menu, kebutuhan gizi siswa, serta ketentuan teknis yang menjadi acuan penyelenggaraan program.
Pelaksanaan program SPPG semestinya tidak hanya berorientasi pada kelancaran distribusi makanan kepada siswa. Pengawasan terhadap kualitas dan kuantitas makanan juga diperlukan agar tujuan pemenuhan gizi benar-benar tercapai dan manfaat program dapat dirasakan oleh para penerima.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum menerima tanggapan maupun klarifikasi dari pengelola SPPG Desa Air Baus I, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, terkait porsi ikan goreng yang menjadi sorotan wali murid. Penjelasan mengenai ukuran porsi, standar penyajian, dan kesesuaian menu dengan kebutuhan gizi siswa masih dinantikan.
Redaksi Suarokito.com tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya bagi pengelola SPPG Desa Air Baus I maupun instansi terkait agar persoalan ini dapat dijelaskan secara berimbang dan transparan kepada masyarakat. (Eren)







