Menu

Mode Gelap
Era Sutrino, Website Dilaunching Bupati Mian Dinilai Hanya Seremonial, Anggaran 2023 Dipertanyakan Anggaran Tahun 2023 Rp. 109 juta, Aplikasi Informasi Pasar Kerja Online Disnakertrans Dipertanyakan  Pemkab Bengkulu Utara Anggarkan Rp.1 Miliar Untuk Program Makan Bergizi Tahun 2025 Plt. Kadispendik DL, Kabid SMP Keluar, Anjing Bebas Berkeliaran Dikantor Dispendik Motor Dinas Kades dan Lurah Sudah Disalurkan

DAERAH · 11 Mar 2026 00:43 WIB ·

Parah, Realisasi PBB 2025, 6 Desa Nol Persen, 28 Desa Sepuluh Persen


 Parah, Realisasi PBB 2025, 6 Desa Nol Persen, 28 Desa Sepuluh Persen Perbesar

Suarokito.com – Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan ditahun 2025 di Desa yang ada di Bengkulu Utara dari 215 Desa yang tersebar di 19 Kecamatan terdapat 6 Desa yang tidak sama sekali mencatat pembayaran dari realisasi tersebut alias nol persen sedangkan 28 Desa realisasi PBB hanya 10 persen.

Adapun 6 Desa yang realisasi PBB nol persen yakni Desa Talang Baru Ginting Kecamatan Air Besi, Dusun Pukur Kecamatan Air Napal, Taba Kelintang kecamatan Batik Nau, Ulak Tanding Kecamatan Batik Nau, Jabi Kecamatan Napal Putih dan satu desa lagi karena statusnya dusun sehingga dimasukkan ke desa Induk.

Sedangkan untuk 28 Desa yang realisasi PBB ditahun 2025 hanya sebesar 10 Persen yakni Sawang Lebar Ilir, Ketapi, Tanjung Agung, Alun Dua Kecamatan Tanjung Agung Palik, Talang Jambu Kecamatan Kerkap, Datar Macang Kecamatan Air Besi, Pasar Kerkap, Lubuk Tanjung Kecamatan Air Napal.

Kemudian, Gunung Selan, Gunung Agung, Talang Denau, Taba Tembilang, Senali Kecamatan Kota Arga Makmur, Gardu, Gunung Besar, Kali Kecamatan Arma jaya, Taba Baru Kecamatan Lais.

Selanjutnya, Tanjung Aur, Lubuk Mumpo, Kembang Manis, Sukarami Kecamatan Air Padang, Selolong, Air Lakok, Suka Marga, Batik Nau, Pagar Ruyung Seberang Tinggal Kecamatan Batik Nau dan Lubuk Mindai Kecamatan Ketahun.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bengkulu Utara Masrup, M.Si mengatakan, rendahnya kepatuhan bukan hanya soal kesadaran warga. Peran pemerintah desa juga dipertanyakan.

“Hal ini menunjukan jika bukan hanya masyarakat, namun kepala desa dan perangkat juga tidak bisa memberikan contoh terkait kepatuhan membayar pajak tersebut,” Ujar Masrup.

Lanjut kepala Bapenda bahwa PBB-P2 menjadi salah satu komponen penting dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pajak ini juga berpengaruh pada dana bagi hasil pajak yang diterima desa.

“Tidak ada alasan bagi pihak desa tidak serius untuk melakukan penagihan pajak tersebut. Apalagi sampe lepas tangan. Karena hal ini juga berpengaruh pada dana bagi hasil pajak yang diterima desa,” terang Masrup.

Lebih lanjut dijelaskan Masrup, bahwa terkait dengan kondisi seperti ini, membuat pihak pemerintah daerah Bengkulu Utara melalui Bapenda mulai menyiapkan langkah tegas yang bakal diambil.

“Jelas hal ini kita sikapi. Tujuannya untuk mendorong peningkatan kesadaran dan kepatuhan terhadap pembayaran pajak. Kalau ini tidak disikapi jelas target PAD dari sektor PPB bakal tidak tercapai. Dampaknya akan terasa pada kemampuan fiskal daerah dan ruang belanja pembangunan di daerah. Apalagi saat ini disetiap daerah tengah mengalami efisien anggaran,” tandasnya. (Eren)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Soal Rangkap Jabatan, Dinas Turun Kesekolah, BKPSDM Katakan Kontrak Perjanjian Tertera Jelas

6 Maret 2026 - 13:12 WIB

Soal Lampu Jalan Desa Padang Sepan TA. 2025 Bakal Jadi Atensi Inspektorat

5 Maret 2026 - 15:27 WIB

Dugaan, P3K Rangkap Jabatan Sebagai Operator Sekolah, Dinas Pendidikan Angkat Bicara

5 Maret 2026 - 10:21 WIB

Diduga, P3K Masih Rangkap Sebagai Operator Sekolah

4 Maret 2026 - 13:16 WIB

Pengadaan Lampu Jalan 2025 Diduga Mark-Up, Kades Tak Bisa Diklarifikasi

26 Januari 2026 - 13:50 WIB

Pengadaan Lampu Jalan 2025 Padang Sepan Diduga Mark-Up, Camat Bersurat Ke Desa

23 Januari 2026 - 14:10 WIB

Trending di DAERAH