Suarokito.com – SMA Negeri 4 Bengkulu Utara menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung konsep MPLS Ramah Anak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyambutan peserta didik baru, tetapi juga menjadi langkah awal sekolah dalam membentuk karakter, menanamkan kedisiplinan, meningkatkan kesadaran hukum, serta memastikan kesehatan siswa sebelum mengikuti proses pembelajaran.

Kepala SMAN 4 Bengkulu Utara, Sugiardianto, mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2026, Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 198 Tahun 2026, serta buku pedoman resmi MPLS jenjang SMA/SMK.
Menurutnya, paradigma MPLS saat ini telah berubah. Kegiatan tersebut bukan lagi sekadar seremoni penyambutan ataupun praktik perpeloncoan, melainkan menjadi wadah untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara nyaman, aman, dan menyenangkan.
Selama mengikuti MPLS, para siswa diperkenalkan dengan budaya sekolah, tata tertib, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, organisasi siswa, hingga berbagai program unggulan yang dimiliki SMAN 4 Bengkulu Utara. Melalui pengenalan tersebut, sekolah berharap peserta didik mampu membangun rasa memiliki, bangga, dan siap menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 4 Bengkulu Utara.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta didik baru merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar SMAN 4 Bengkulu Utara. MPLS bukan lagi ajang perpeloncoan, melainkan sarana membangun karakter, menanamkan disiplin, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memotivasi siswa agar siap mengikuti proses pembelajaran,” ujar Sugiardianto.
Untuk memperkaya materi pembinaan, SMAN 4 Bengkulu Utara juga melibatkan berbagai instansi sebagai narasumber. Salah satunya Polsek Kerkap yang memberikan edukasi mengenai kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkotika, serta pentingnya menjaga pergaulan yang sehat dan menaati hukum sejak usia sekolah.
Materi tersebut diharapkan mampu membentengi para siswa dari berbagai pengaruh negatif yang kerap mengancam generasi muda, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.
Selain pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan, sekolah juga memberikan perhatian serius terhadap kesehatan peserta didik. Seluruh siswa baru mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis melalui kerja sama dengan Puskesmas Lubuk Durian.
Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan kondisi kesehatan dasar sebagai langkah deteksi dini sekaligus memastikan seluruh peserta didik berada dalam kondisi prima saat memulai aktivitas belajar di sekolah.
“Pemeriksaan kesehatan ini menjadi bentuk perhatian sekolah terhadap kondisi peserta didik sejak awal. Kami ingin memastikan mereka sehat dan siap mengikuti seluruh proses pembelajaran di sekolah,” tambah Sugiardianto.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah Anak, SMAN 4 Bengkulu Utara berharap seluruh peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan sosialnya.
Sekolah meyakini bahwa MPLS merupakan momentum penting dalam membangun fondasi pendidikan yang kuat. Dengan pembinaan karakter, edukasi hukum, serta layanan kesehatan sejak hari pertama, peserta didik diharapkan mampu menjalani proses belajar dengan semangat, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan di era digital. (Ade)






