Suarokito.Com — Ratusan tiang jaringan internet berdiri di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkulu Utara. Namun, keberadaannya menyisakan persoalan legalitas karena pemasangan di lima kecamatan disebut belum mengantongi izin resmi.
Lima kecamatan tersebut yakni Arma Jaya, Air Besi, Hulu Palik, Kerkap, dan Tanjung Agung Palik. Tiang-tiang tersebut bahkan telah berdiri di sejumlah titik di wilayah masyarakat.
Kepala DPMPTSP Bengkulu Utara, Ir. Budi Sampurno, membenarkan bahwa pemasangan jaringan internet di lima kecamatan tersebut belum memiliki izin.
“Untuk izin, mulai dari Kecamatan Arma Jaya, Kecamatan Air Besi, Kecamatan Hulu Palik, Kecamatan Kerkap dan Tanjung Agung Palik memang tidak ada izinnya,” ujar Budi.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik. Jika izin belum dikantongi, bagaimana pemasangan ratusan tiang tersebut bisa berlangsung hingga berdiri di lapangan?
Sejumlah warga juga mempertanyakan legalitas pemasangan, prosedur yang ditempuh, serta ada tidaknya sosialisasi sebelum tiang didirikan.
Keterlibatan pemerintah desa juga menjadi sorotan. Masyarakat ingin mengetahui apakah pemerintah desa mengetahui dan memberikan persetujuan atas pemasangan jaringan tersebut.
Apalagi, apabila tiang berdiri di ruang publik, bahu jalan, atau lahan yang berada dalam kewenangan tertentu, status lokasi dan prosedur penggunaannya perlu diperjelas.
Sementara itu, Budi menyebut tiga wilayah lainnya telah memiliki izin, yakni Kecamatan Kota Arga Makmur, Putri Hijau, dan Ketahun.
Perbedaan tersebut semakin menimbulkan pertanyaan mengapa di tiga kecamatan izin telah tersedia, sementara lima kecamatan lainnya belum memiliki izin meski tiang sudah berdiri.
Pemerintah daerah kini dituntut menjelaskan siapa pihak yang memasang, berapa jumlah tiang yang telah berdiri, serta langkah yang akan dilakukan terhadap jaringan yang belum berizin tersebut.
Suarokito.Com akan terus menelusuri persoalan ini, termasuk legalitas pemasangan, pihak penyedia jaringan, dan sejauh mana keterlibatan pemerintah desa dalam proses pembangunan tiang internet tersebut. (Eren)







