Suarokito.com – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara (BU) melalui Dinas Perkebunan terus mendorong para petani kelapa sawit untuk memperkuat kemitraan dengan pihak pabrik kelapa sawit (PKS). Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Bengkulu Utara, Herdiantoni, S.Pt mengatakan, kemitraan dengan PKS memberikan banyak keuntungan bagi petani, terutama dalam memperoleh harga jual TBS yang lebih baik dan sesuai harga pasaran.
“Melalui kemitraan dengan PKS, tentunya petani akan mendapatkan harga TBS yang lebih baik dan lebih stabil dibandingkan menjual melalui tengkulak,” ujar Herdiantoni,S.Pt, Rabu (13/05/2026).
Menurutnya, selama ini masih banyak petani sawit yang menjual hasil panen kepada tengkulak dengan harga di bawah standar pasar. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian petani telah memiliki keterikatan utang dengan tengkulak sehingga posisi tawar mereka menjadi lemah.
“Kadang petani sudah lebih dulu berutang kepada tengkulak, sehingga saat panen mereka tidak punya banyak pilihan dan akhirnya menjual dengan harga yang rendah,” jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Perkebunan Bengkulu Utara tidak hanya mendorong kemitraan, tetapi juga memberikan pelatihan kepada petani sawit guna meningkatkan kemampuan negosiasi dengan pihak PKS. Dengan demikian, petani diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan harga jual hasil panen.
“Nah, dengan menjadi mitra PKS, petani akan terhindar dari praktik-praktik yang merugikan tersebut,” tambah Plt. kadis Perkebunan.
Ia juga menegaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Bengkulu Utara seiring dengan stabilnya harga TBS di tingkat petani.
Selain itu, Dinas Perkebunan Bengkulu Utara juga siap membantu dan memfasilitasi kelompok tani yang ingin menjalin kemitraan dengan PKS. Untuk membentuk kemitraan, satu kelompok tani minimal terdiri dari 20 orang dan maksimal 50 orang petani.
“Kami siap memfasilitasi kelompok tani yang ingin bermitra dengan PKS, sehingga petani bisa mendapatkan akses pasar yang lebih baik dan harga yang lebih layak,” tutupnya. (Eren)







