Menu

Mode Gelap
Era Sutrino, Website Dilaunching Bupati Mian Dinilai Hanya Seremonial, Anggaran 2023 Dipertanyakan Anggaran Tahun 2023 Rp. 109 juta, Aplikasi Informasi Pasar Kerja Online Disnakertrans Dipertanyakan  Pemkab Bengkulu Utara Anggarkan Rp.1 Miliar Untuk Program Makan Bergizi Tahun 2025 Plt. Kadispendik DL, Kabid SMP Keluar, Anjing Bebas Berkeliaran Dikantor Dispendik Motor Dinas Kades dan Lurah Sudah Disalurkan

DAERAH · 13 Mei 2026 11:41 WIB ·

Pemkab BU Dorong Petani Sawit Bermitra dengan PKS, Harga TBS Dinilai Lebih Stabil


 Pemkab BU Dorong Petani Sawit Bermitra dengan PKS, Harga TBS Dinilai Lebih Stabil Perbesar

Suarokito.com – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara (BU) melalui Dinas Perkebunan terus mendorong para petani kelapa sawit untuk memperkuat kemitraan dengan pihak pabrik kelapa sawit (PKS). Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Bengkulu Utara, Herdiantoni, S.Pt mengatakan, kemitraan dengan PKS memberikan banyak keuntungan bagi petani, terutama dalam memperoleh harga jual TBS yang lebih baik dan sesuai harga pasaran.

“Melalui kemitraan dengan PKS, tentunya petani akan mendapatkan harga TBS yang lebih baik dan lebih stabil dibandingkan menjual melalui tengkulak,” ujar Herdiantoni,S.Pt, Rabu (13/05/2026).

Menurutnya, selama ini masih banyak petani sawit yang menjual hasil panen kepada tengkulak dengan harga di bawah standar pasar. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian petani telah memiliki keterikatan utang dengan tengkulak sehingga posisi tawar mereka menjadi lemah.

“Kadang petani sudah lebih dulu berutang kepada tengkulak, sehingga saat panen mereka tidak punya banyak pilihan dan akhirnya menjual dengan harga yang rendah,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Perkebunan Bengkulu Utara tidak hanya mendorong kemitraan, tetapi juga memberikan pelatihan kepada petani sawit guna meningkatkan kemampuan negosiasi dengan pihak PKS. Dengan demikian, petani diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan harga jual hasil panen.

“Nah, dengan menjadi mitra PKS, petani akan terhindar dari praktik-praktik yang merugikan tersebut,” tambah Plt. kadis Perkebunan.

Ia juga menegaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Bengkulu Utara seiring dengan stabilnya harga TBS di tingkat petani.

Selain itu, Dinas Perkebunan Bengkulu Utara juga siap membantu dan memfasilitasi kelompok tani yang ingin menjalin kemitraan dengan PKS. Untuk membentuk kemitraan, satu kelompok tani minimal terdiri dari 20 orang dan maksimal 50 orang petani.

“Kami siap memfasilitasi kelompok tani yang ingin bermitra dengan PKS, sehingga petani bisa mendapatkan akses pasar yang lebih baik dan harga yang lebih layak,” tutupnya. (Eren)

Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jelang Idul Adha, Pemkab Bengkulu Utara Pastikan Stok Hewan Kurban Melimpah

11 Mei 2026 - 15:29 WIB

Soal Polemik siswi di SMA 2 BU, Lusi Itu Wartawan Bukan Jubir Sekolah

8 Mei 2026 - 20:36 WIB

Kredibilitas Kepsek SMA 2 BU Dipertanyakan, Kasus Siswi Bergulir Ke Ranah Hukum

8 Mei 2026 - 11:22 WIB

Era Bupati Arie, Pemkab BU Launching Aplikasi MAHABBAH Permudah Layanan Pajak Daerah

7 Mei 2026 - 12:39 WIB

Penangan Kasus Siswi SMA 2 BU, Kepsek Mengaku “Capek” Sebaiknya Mundur Saja

5 Mei 2026 - 12:48 WIB

Dinsos BU Jemput Bola, Bantu Disabilitas Rekam KTP Elektronik hingga ke Rumah

5 Mei 2026 - 11:58 WIB

Trending di DAERAH