Suarokito.com – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terus mencari terobosan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan para pelaku usaha perikanan budidaya. Salah satu langkah yang kini mulai digagas adalah Gerakan Pakan Mandiri, sebuah program yang mendorong pembudidaya ikan memproduksi pakan sendiri agar tidak lagi bergantung pada pakan pabrikan yang harganya terus mengalami kenaikan.
Gagasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Bengkulu Utara H. Sumarno, S.Pd saat memimpin rapat inovasi di Aula Dinas Perikanan Kabupaten Bengkulu Utara. Rapat itu dihadiri Kepala Dinas Perikanan Sugimin, S.Pd, Sekretaris Dinas Perikanan Yos Sudarso, S.STP, M.M serta beberapa kelompok pembudidaya ikan.
Dalam arahannya, H. Sumarno menegaskan bahwa tingginya harga pakan masih menjadi persoalan utama yang mengurangi keuntungan para pembudidaya ikan. Bahkan, biaya pakan dapat mencapai lebih dari separuh total biaya produksi, sehingga diperlukan langkah nyata untuk menciptakan usaha budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara akan mengoptimalkan potensi bahan baku lokal sebagai sumber pembuatan pakan ikan. Selain mampu menekan biaya produksi, langkah tersebut juga diharapkan membuka peluang usaha baru di sektor perikanan dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
“Jika para pembudidaya mampu memproduksi pakan secara mandiri, biaya operasional dapat ditekan sehingga keuntungan usaha menjadi lebih besar. Ini juga menjadi salah satu langkah mewujudkan kemandirian sektor perikanan di Bengkulu Utara,” ujar H. Sumarno.
Menurutnya, program pakan mandiri merupakan bagian dari strategi pembangunan sektor perikanan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat daya saing pembudidaya melalui efisiensi biaya dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan memberikan pendampingan, pelatihan, hingga transfer teknologi kepada kelompok pembudidaya agar mampu memproduksi pakan dengan standar mutu yang baik, kandungan nutrisi yang sesuai, serta biaya yang jauh lebih ekonomis dibandingkan pakan komersial.
“Kami ingin pembudidaya ikan di Bengkulu Utara semakin mandiri. Pemerintah akan hadir melalui pelatihan, pendampingan, dan inovasi agar mereka mampu menghasilkan pakan berkualitas sendiri. Jika biaya produksi turun, maka keuntungan akan meningkat dan usaha budidaya akan semakin berkembang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkulu Utara, Sugimin, S.Pd, menyatakan siap menindaklanjuti arahan Wakil Bupati dengan menyusun program pelatihan dan pendampingan bagi kelompok pembudidaya ikan di seluruh wilayah Bengkulu Utara.
Menurut Sugimin, Dinas Perikanan akan memetakan potensi bahan baku lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pakan, sekaligus memberikan bimbingan teknis mengenai formulasi, proses produksi, hingga pengujian kualitas pakan agar memenuhi kebutuhan nutrisi ikan budidaya.
“Kami berharap melalui program ini para pembudidaya tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pakan pabrikan. Dengan kemampuan memproduksi pakan sendiri, biaya usaha akan lebih efisien, produktivitas meningkat, dan pendapatan masyarakat pembudidaya ikut bertambah,” katanya.
Program pakan mandiri tersebut diharapkan menjadi salah satu inovasi unggulan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dalam memperkuat sektor perikanan budidaya. Selain meningkatkan kesejahteraan pembudidaya, program ini juga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan daerah, menciptakan usaha perikanan yang lebih tangguh, serta memperkuat perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal. (Eren)







