Suarokito.com — Porsi lauk ikan dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sehat Fattah One Air Baus 1, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, menuai keluhan dari sejumlah wali murid. Ukuran ikan nila goreng yang diterima siswa dinilai terlalu kecil sehingga menjadi sorotan terhadap penyajian menu program MBG.
Keluhan tersebut muncul setelah pembagian makanan pada Kamis (15/10/2026). Wali murid mempertanyakan ukuran lauk ikan yang dinilai terlalu minimalis untuk makanan yang diperuntukkan bagi anak-anak sekolah.
Adapun menu yang dibagikan terdiri dari nasi, ikan nila goreng, sambal hijau, tempe, sayur, dan buah semangka. Meski dilengkapi beberapa jenis makanan, ukuran lauk ikan menjadi perhatian karena dinilai terlalu kecil saat diterima siswa.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Dapur Sehat Fattah One Air Baus 1, Anjas Mandala Prasodjo, menjelaskan bahwa menu yang disalurkan telah memenuhi standar gizi yang ditetapkan dalam program MBG.
Menurut Anjas, ikan yang digunakan merupakan ikan nila fillet berupa daging tanpa kepala, tulang, dan ekor. Ia menyebut ukuran daging ikan menyusut saat digoreng sehingga terlihat lebih kecil ketika disajikan.
“Terkait lauk kemarin, itu ikan nila fillet, full dagingnya, tidak ada kepala, tulang, dan ekornya. Pada saat digoreng, ikan mengalami penyusutan sehingga bentuknya menjadi kecil. Kalau untuk standar gizinya, itu sudah sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan,” kata Anjas saat dikonfirmasi awak media, Jumat (16/10/2026).
Ia menambahkan, sebelum makanan dimasukkan ke dalam ompreng atau wadah penyajian, pihak SPPG terlebih dahulu melakukan pemeriksaan untuk memastikan menu sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan.
Anjas juga menjelaskan bahwa SPPG Dapur Sehat Fattah One Air Baus 1 menyalurkan makanan ke 40 titik di Kecamatan Hulu Palik, mulai dari posyandu, PAUD, SD, SMP hingga SMK. Penyaluran tersebut menggunakan porsi besar dan porsi kecil sesuai dengan kelompok penerima manfaat.
Meski menyatakan menu tersebut telah memenuhi standar gizi, pihak SPPG memastikan tidak akan kembali menyediakan menu ikan nila fillet seperti yang dibagikan sebelumnya. Keputusan tersebut disampaikan sebagai respons atas keluhan wali murid.
“Dengan adanya hal tersebut, kami dari pihak SPPG ke depannya tidak bakal menyediakan menu tersebut lagi,” tegas Anjas.
Keluhan ini menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan program MBG, khususnya dalam penyajian lauk yang diterima siswa. Selain memenuhi standar gizi, kejelasan mengenai komposisi dan porsi makanan juga penting agar wali murid memahami kecukupan menu yang diberikan kepada anak-anak mereka.(Eren)







