Menu ✖

Mode Gelap
Era Sutrino, Website Dilaunching Bupati Mian Dinilai Hanya Seremonial, Anggaran 2023 Dipertanyakan Anggaran Tahun 2023 Rp. 109 juta, Aplikasi Informasi Pasar Kerja Online Disnakertrans Dipertanyakan  Pemkab Bengkulu Utara Anggarkan Rp.1 Miliar Untuk Program Makan Bergizi Tahun 2025 Plt. Kadispendik DL, Kabid SMP Keluar, Anjing Bebas Berkeliaran Dikantor Dispendik Motor Dinas Kades dan Lurah Sudah Disalurkan

DAERAH · 16 Okt 2026 12:41 WIB ·

Lauk Ikan MBG Terlalu Kecil, SPPG Air Baus 1 Janji Tak Sajikan


 Lauk Ikan MBG Terlalu Kecil, SPPG Air Baus 1 Janji Tak Sajikan Perbesar

Suarokito.com — Porsi lauk ikan dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sehat Fattah One Air Baus 1, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara, menuai keluhan dari sejumlah wali murid. Ukuran ikan nila goreng yang diterima siswa dinilai terlalu kecil sehingga menjadi sorotan terhadap penyajian menu program MBG.

Keluhan tersebut muncul setelah pembagian makanan pada Kamis (15/10/2026). Wali murid mempertanyakan ukuran lauk ikan yang dinilai terlalu minimalis untuk makanan yang diperuntukkan bagi anak-anak sekolah.

Adapun menu yang dibagikan terdiri dari nasi, ikan nila goreng, sambal hijau, tempe, sayur, dan buah semangka. Meski dilengkapi beberapa jenis makanan, ukuran lauk ikan menjadi perhatian karena dinilai terlalu kecil saat diterima siswa.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Dapur Sehat Fattah One Air Baus 1, Anjas Mandala Prasodjo, menjelaskan bahwa menu yang disalurkan telah memenuhi standar gizi yang ditetapkan dalam program MBG.

Menurut Anjas, ikan yang digunakan merupakan ikan nila fillet berupa daging tanpa kepala, tulang, dan ekor. Ia menyebut ukuran daging ikan menyusut saat digoreng sehingga terlihat lebih kecil ketika disajikan.

“Terkait lauk kemarin, itu ikan nila fillet, full dagingnya, tidak ada kepala, tulang, dan ekornya. Pada saat digoreng, ikan mengalami penyusutan sehingga bentuknya menjadi kecil. Kalau untuk standar gizinya, itu sudah sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan,” kata Anjas saat dikonfirmasi awak media, Jumat (16/10/2026).

Ia menambahkan, sebelum makanan dimasukkan ke dalam ompreng atau wadah penyajian, pihak SPPG terlebih dahulu melakukan pemeriksaan untuk memastikan menu sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan.

Anjas juga menjelaskan bahwa SPPG Dapur Sehat Fattah One Air Baus 1 menyalurkan makanan ke 40 titik di Kecamatan Hulu Palik, mulai dari posyandu, PAUD, SD, SMP hingga SMK. Penyaluran tersebut menggunakan porsi besar dan porsi kecil sesuai dengan kelompok penerima manfaat.

Meski menyatakan menu tersebut telah memenuhi standar gizi, pihak SPPG memastikan tidak akan kembali menyediakan menu ikan nila fillet seperti yang dibagikan sebelumnya. Keputusan tersebut disampaikan sebagai respons atas keluhan wali murid.

“Dengan adanya hal tersebut, kami dari pihak SPPG ke depannya tidak bakal menyediakan menu tersebut lagi,” tegas Anjas.

Keluhan ini menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan program MBG, khususnya dalam penyajian lauk yang diterima siswa. Selain memenuhi standar gizi, kejelasan mengenai komposisi dan porsi makanan juga penting agar wali murid memahami kecukupan menu yang diberikan kepada anak-anak mereka.(Eren)

Artikel ini telah dibaca 111 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Porsi Ikan SPPG Hulu Palik Disorot, Wali Murid Pertanyakan Standar Gizi

15 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Bahasa Enggano Masuk Kurikulum, Disdik Bengkulu Utara Wajibkan Sekolah

15 Oktober 2026 - 12:23 WIB

BPK Bongkar Piutang Bagi Hasil Pajak Provinsi ke Bengkulu Utara Rp45,27 Miliar

14 Oktober 2026 - 12:41 WIB

BPK Ungkap Belanja BOSP Rp205,5 Juta di 24 Sekolah Bengkulu Utara Bermasalah

13 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Kejari Geledah Sekretariat DPRD Bengkulu Utara, Dugaan Korupsi Kembali Mencuat

13 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Akhir Tahun Ini, Pemkab Bengkulu Utara Bakal Lelang 191 Kendis

12 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Trending di DAERAH